Pohuwato – Rangkaian kegiatan Sertifikat Kompetensi Garam di Kabupaten Pohuwato berlanjut pada hari kedua, setelah sehari sebelumnya telah mengikuti pelatihan dan pembelajaran prosedur produksi sesuai standard untuk bahan baku garam industri.
Kepala Bidang Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Syafrie A.B Kasim menyampaikan bahwa peserta perwakilan dari 12 (Dua Belas) Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Desa Siduwonge dan Desa Londoun hari (Selasa, 22/10/2024) akan mengikuti proses sertifikasi kompetensi oleh Assesor yang berasal dari Tim Sains Tek Pergaraman Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.
“Para Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) bersama-sama akan mengimplementasikan materi pelatihan yang telah diterima dihari pertama kegiatan seperti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada produsi garam, Persiapan dan pelaksanaan produksi garam, Pengoperasian kincir angin, Pengoperasian pemadat tanah, Pemanenan garam dan pasca panen garam. seluruh bahan ajar pelatihan ini diberikan sebanyak 8 (delapan) jam pembelajaran untuk memenuhi kecukupan standar waktu pelatihan sebagai syarat pelaksanaan sertifikasi Kompetensi Garam”, Ucap Syafrie.
“Peserta pelatihan Sertifikasi Kompetensi Garam ini terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan baik teori maupun praktek dilapangan, hal ini tentunya sangat positif agar seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini bisa memperoleh predikat kompeten dan berhasil tersertifikasi sesuai standard”,Tutupnya.
Harapannya dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Sertifikasi Kompetensi Garam ini para Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) seluruh peserta nantinya mampu meyerap dan mengimplementasikan semua ilmu yang didapat sesuai kaidah dan tata cara yang sesuai standard pergaraman nasional sehingga bisa mewujudkan swasembada garam dan mampu meningkatkan perekonomian petambak garam di Kabupaten Pohuwato dan mampu bersaing dengan produk garam di 11 (sebelas) Provinsi penghasil garam di Indonesia.

