Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo melaksanakan rangkaian kegiatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di wilayah Gorontalo Utara pada 12–13 Mei 2026. Kegiatan ini meliputi pengawasan mandiri di Perairan Laut Sulawesi, pelepasan tukik, serta pembinaan dan penguatan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS).
Pengawasan mandiri dilakukan dengan melibatkan unsur Pengawas Perikanan, Polsus WP3K, POKMASWAS, serta UPTD PP Gentuma. Wilayah pengawasan mencakup Perairan Gentuma, Perairan Dudepo, Pulau Bohu, Pulau Raja, Pulau Pepaya, Dunu hingga Pantai Diyonumo. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat dan POKMASWAS terkait masih adanya aktivitas destructive fishing di wilayah perairan Gorontalo Utara, seperti penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dan penggunaan kompresor yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Sebagai langkah untuk meminimalisir aktivitas ilegal tersebut, DKP Provinsi Gorontalo telah menempatkan sarana Kapal Pengawas SDKP di lokasi POKMASWAS Pantai Diyonumo, Desa Deme II, Kecamatan Sumalata Timur. Penempatan kapal ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan operasi pengawasan di wilayah Perairan Monano, Sumalata hingga Tolinggula.
Selain kegiatan pengawasan, turut dilaksanakan pelepasan tukik yang dihadiri oleh Kepala DKP Provinsi Gorontalo Aryanto Husain, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Pengawasan SDKP DKP Provinsi Gorontalo, Pemerintah Desa Deme II, Desa Dunu, Desa Motihelumo, Pengawas Perikanan, Polsus, serta POKMASWAS.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula pembinaan dan penguatan kepada tiga kelompok POKMASWAS, yakni POKMASWAS Pantai Diyonumo, Maritim, dan Arung Samudera. Kegiatan pembinaan dipimpin langsung oleh Aryanto bersama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara serta Kepala Bidang PRL dan Pengawasan SDKP.
Dalam arahannya, Aryanto menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di Gorontalo Utara. Menurutnya, indikator laut yang sehat ditandai dengan kondisi ekosistem perairan yang baik sehingga sumber daya ikan tetap melimpah.
Ia juga mengapresiasi peran aktif POKMASWAS yang selama ini intens melakukan pengawasan dan cepat melaporkan dugaan aktivitas illegal, unreported and unregulated fishing (IUU Fishing) kepada pihak PSDKP maupun Polairud.
Selain itu, keberadaan penyu laut dan kegiatan penangkaran yang masih ditemukan di wilayah perairan Gorontalo Utara dinilai menjadi indikator bahwa kondisi ekosistem laut di daerah tersebut masih terjaga dengan baik. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan terus menjaga kelestarian ekosistem laut secara bersama-sama.
Sementara itu, Kepala Bidang PRL dan Pengawasan SDKP DKP Provinsi Gorontalo Fahrul U. Amlain, menambahkan bahwa penguatan kapasitas POKMASWAS akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai mitra strategis dalam mendukung pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat pesisir sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta mencegah terjadinya praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.

