Surga Bawah Laut Olele, Bukti Komitmen Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah

Sabtu, 10/09/2026. Keindahan bawah laut Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, dengan terumbu karang yang memikau selalu menyimpan daya pikat yang luar biasa. Hal ini juga dirasakan oleh Kepala DInas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain saat menyelam di sekitar terumbu karang. Aryanto menyatakan kepuasannya saat menyaksikan langsung sekelompok ikan karang (reef fish) dan pelagis kecil berenang di sekitar terumbu karang.

Menurutnya, fenomena ini bukan sekadar pemandangan yang memanjakan mata, melainkan indikator ekologis yang sangat kuat. Terumbu karang berfungsi sebagai rumah utama, tempat makan, berlindung, dan memijah bagi berbagai biota laut. Ketika populasi ikan melimpah di suatu perairan artinya ekosistem terumbu karangnya berada dalam kondisi yang sehat dan terjaga dengan baik.

“Keindahan bawah laut Olele adalah cerminan dari komitmen bersama. Melimpahnya populasi ikan karang adalah bukti jika ekosistem terumbu karang dalam kondisi yang sangat baik,” ujarnya

Aryanto menabahkan, Olele adalah bagian dari kawasan konservasi laut di Teluk Gorontalo yang telah ditetapkan melalui Kepmen KP. No. 127/2023. Luasnya mencapai 76.580,48 ha. Kawasan konservasi ini ditujukan untuk menjaga biodiversity dan fungsi ekologis ekosistim perairan termasuk terumbu karang, selain dalam rangka mendukung perikanan dan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan konservasi laut adalah bagian dari visi besar nasional di bidang maritime. Indonesia saat ini memiliki PR yang ambisius namun sangat krusial, yaitu mencapai target luas kawasan konservasi laut nasional seluas 97,5 juta hektare pada tahun 2045, atau 30% dari total luas laut Indonesia.

Ini adalah komitmen global, dan Gorontalo juga memiliki target. Saat ini baru angka 76 ribu hektare dan masih harus diperluas hingga mencapai 30% total laut luas perairan di bawah jurisdiksi provinsi. Hal ini untuk mencapai keseimbangan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.

“Jika aktivitas ekonomi di laut adalah gas, maka instrument konservasi perairan adalah remnya agar kita dapat mengelola sumberdaya laut dan perikanan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kadis KP yang juga hoby menyelam ini, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada warga Desa Olele dan wisatwan khususnya POKWASMAS dan POKDARWISnya yang memiliki andil besar dan tidak ternilai dalam menjaga kelestarian alam bawah laut Olele.

“Peran aktif Pokwasmas, Pokdarwis Desa Olele, serta kesadaran para pengunjung adalah fondasi utama keberhasilan konservasi ini. Kontribusi mereka memiliki andil yang tidak ternilai dalam menjaga keasriannya. Two thumbs up untuk seluruh masyarakat dan penggiat wisata di Olele!” katanya.

Kedepan DKP mengoptimalkan co-management bersama masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi di wilayah lain di Gorontalo termasuk memperkuat Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) yang berada di bawah DKP mengawasi pemanfaatan kawasan konsevasi perairan.

Dirinya menggajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan konservasi perairan dengan melakukan aktivitas yang terkendali dan sesuai peruntukan. DKP Provinsi akan membantu perijinannya jika itu sesuai dan akan memberikan advokasi jika itu tidak sesuai dengan aturan konservasi.

“Mari bersama-sama jaga kawasan konservasi perairan dan seluruh ekosistem di dalamnya agar anak cucu kita di masa depan masih dapat menyaksikan, menikmati, dan merasakan keindahan serta manfaat kekayaan laut Gorontalo,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top