Pohuwato – Dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di Unit Pengolahan Ikan PT Kimci Jaya Bersaudara, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Selasa (13/05/2025) kemarin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Sila N. Botutihe, memaparkan capaian kinerja sektor perikanan budidaya khususnya komoditas bandeng di wilayah Pohuwato.
Sila menjelaskan bahwa produksi bandeng di Kabupaten Pohuwato menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. “Pada tahun 2022, produksi bandeng mencapai 8.984 ton, naik menjadi 10.760 ton di 2023, dan kembali melonjak menjadi 13.612 ton pada tahun 2024,” ujarnya.
Tidak hanya bandeng, komoditas udang vanname juga menunjukkan performa yang baik dengan produksi tertinggi pada tahun 2023 sebesar 8.083 ton. Secara total, produksi gabungan bandeng dan vanname dari tahun 2022 hingga 2024 mencapai 52.691 ton.
Selain capaian produksi, DKP Provinsi Gorontalo juga mencatat perkembangan distribusi domestik keluar untuk komoditas bandeng. Berdasarkan data dari BKHIT, total lalu lintas bandeng dari Provinsi Gorontalo sepanjang 2022 hingga April 2025 mencapai 9.097 ton. Distribusi tertinggi terjadi di tahun 2024 dengan volume mencapai 5.397 ton.
Khusus untuk PT Kimci Jaya Bersaudara sebagai salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) unggulan di Gorontalo, volume pengiriman bandeng meningkat signifikan. “Tahun 2023 hanya 88,5 ton, tetapi tahun 2024 melonjak menjadi 1.666,5 ton, dan hingga 7 Mei 2025 telah mencapai 755 ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 39 kali,” papar Sila.
PT Kimci Jaya Bersaudara merupakan satu dari tujuh UPI aktif yang mendukung rantai pasok dan daya saing produk perikanan Gorontalo di pasar domestik dan potensial untuk ekspor.
Sila menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari sinergi antara pembudidaya, pelaku usaha pengolahan, serta kebijakan pemerintah daerah yang terus memperkuat infrastruktur, logistik, dan fasilitasi pasar.
Kegiatan kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat dukungan Pemprov Gorontalo terhadap hilirisasi produk perikanan yang bernilai tambah tinggi dan membuka lapangan kerja baru di daerah.

