Dua Individu Hiu Paus Terpantau Aktif di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo melalui Pemantauan Satelit

Bone Bolang, Selasa (3/6/2025) – Upaya pelestarian dan pemantauan keberadaan megafauna laut di Perairan Teluk Gorontalo menunjukkan hasil yang menggembirakan. Setelah sebelumnya dilakukan pemasangan tagging satelit pada dua individu hiu paus (Rhincodon typus) oleh Yayasan Konservasi Indonesia (YKI) bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar Wilayah Kerja Gorontalo serta Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo pada pertengahan April 2025, kini pergerakan kedua individu tersebut dapat dipantau secara real-time melalui tautan pemantauan satelit yang diberikan oleh YKI.

Berdasarkan data citra satelit, individu hiu paus dengan kode tagging 265360 menunjukkan pola pergerakan yang dominan di dalam Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo. Perairan Botubarani, yang dikenal sebagai pusat wisata minat khusus hiu paus, menjadi area yang paling sering dikunjungi oleh individu ini. Selain itu, jejak pergerakannya juga terekam di Taman Laut Olele (Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango), Perairan Biluhu (Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo), hingga beberapa kali melintasi perairan Teluk Tomini.

Sementara itu, individu dengan kode tagging 265361 juga memperlihatkan kecenderungan yang sama. Tracking satelit menunjukkan pergerakan aktif di wilayah Taludaa (Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango), Perairan Botubarani, dan Perairan Biluhu. Pergerakan juga tercatat di wilayah Paguyaman Pantai (Kabupaten Boalemo) serta Teluk Tomini.

Dari hasil pemantauan ini, terlihat jelas bahwa Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo tetap menjadi lokasi penting sebagai feeding ground bagi hiu paus. Faktor-faktor seperti perairan yang kaya nutrisi, penerapan kaidah konservasi yang konsisten, serta sinergi pengelolaan yang baik antar pemangku kepentingan menjadikan kawasan ini sebagai habitat yang aman, nyaman, dan layak disebut sebagai “rumah” bagi hiu paus.

Plt Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PRL & PSDKP), Hartaty Isima, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang telah terjalin dalam kegiatan ini.

“Pemantauan melalui teknologi satelit ini menjadi langkah maju dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis data. Kami berharap, melalui kerja sama lintas pihak ini, komitmen kita dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut, khususnya perlindungan hiu paus sebagai spesies prioritas, dapat terus diperkuat,” ujar Hartaty.

Ia juga menambahkan bahwa data hasil tracking satelit akan menjadi bahan penting dalam evaluasi efektivitas pengelolaan kawasan dan pengembangan kebijakan konservasi ke depan.

Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa konservasi laut tidak hanya soal perlindungan semata, namun juga tentang pemanfaatan teknologi, kolaborasi aktif, dan partisipasi berbagai elemen untuk menjaga ekosistem laut demi keberlanjutan masa depan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top