Gorontalo Siapkan 40 Calon Lokasi KNMP 2027, Dorong Penguatan Ekonomi Nelayan dan Kawasan Pesisir

KOTA GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan 40 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027 sebagai langkah mempercepat pembangunan kawasan pesisir dan memperkuat kesejahteraan masyarakat nelayan.

Kesiapan tersebut didukung melalui pelatihan tim penilai dari mitra pembangunan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, pada 26–30 Oktober 2026 di Ballroom Hotel Dumhil, Gorontalo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan dan Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus persiapan pembangunan KNMP Tahun 2027.

Bagi Gorontalo, program KNMP menjadi peluang strategis untuk mendorong pembangunan wilayah pesisir yang lebih produktif, memperkuat sektor perikanan tangkap, serta meningkatkan nilai ekonomi aktivitas masyarakat nelayan. Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui pengembangan sektor Agromaritim.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, menyampaikan bahwa KNMP telah dan akan terus membawa perubahan bagi kawasan pesisir melalui pembangunan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan usaha perikanan tangkap.

Menurutnya, pembangunan KNMP perlu dipandang bukan hanya sebagai penyediaan infrastruktur, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem usaha perikanan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan daerah.

“Program KNMP memiliki keterkaitan erat dengan program unggulan Provinsi Gorontalo, khususnya Agromaritim. Melalui pembangunan sarana dan prasarana pendukung usaha perikanan tangkap, kita berharap kawasan pesisir semakin produktif dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Aryanto menegaskan, terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan KNMP, yakni inklusivitas, peningkatan pendapatan nelayan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta keberlanjutan sumber daya ikan.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan nelayan harus mampu membuka peluang ekonomi yang melibatkan masyarakat secara luas. Pada saat yang sama, pengembangan usaha perikanan juga perlu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya ikan.

Untuk memastikan kesiapan pembangunan tersebut, Provinsi Gorontalo telah menyiapkan 40 calon lokasi KNMP Tahun 2027 yang selanjutnya akan melalui tahapan survei, verifikasi, penilaian, dan fasilitasi kesiapan lokasi oleh tim penilai.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan teknis tim penilai dalam melaksanakan seluruh tahapan tersebut. Peserta berasal dari mitra pembangunan, meliputi perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi nonpemerintah atau non-governmental organization (NGO) yang tersebar di 37 provinsi.

Dalam arahannya, Aryanto meminta tim penilai melaksanakan seluruh tahapan secara objektif dan profesional, memastikan kualitas serta validitas data, melibatkan masyarakat untuk memahami kebutuhan di lapangan, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menekankan agar hasil penilaian tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar penyusunan perencanaan pembangunan yang realistis, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan.

Melalui proses penilaian yang terukur, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap penyiapan 40 calon lokasi KNMP dapat berjalan optimal dan menghasilkan lokasi-lokasi yang benar-benar siap dikembangkan.

Dengan demikian, KNMP diharapkan menjadi salah satu penggerak pembangunan kawasan pesisir Gorontalo, memperkuat sektor perikanan tangkap, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis Agromaritim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top