Kota Gorontalo, 29 Juli 2025 – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo melalui UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda resmi meluncurkan sistem pembayaran retribusi non tunai berbasis QRIS yang dinamakan ESQUICK (Electronic System Quick Payment). Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan publik dalam rangka meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan retribusi daerah.
Inovasi ini terwujud berkat kerja sama strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo melalui Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Kegiatan sosialisasi dan peluncuran ESQUICK turut dihadiri langsung oleh perwakilan Bank Indonesia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda, serta diikuti oleh lebih dari 150 orang pelaku usaha perikanan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sila N. Botutihe, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan teknis dari Bank Indonesia dan menyebut ESQUICK sebagai bentuk nyata transformasi digital di sektor perikanan. Ia menegaskan bahwa sistem ini akan mempercepat proses transaksi, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta langsung terintegrasi ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) secara real-time.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda, Lindawaty Hagu, menambahkan bahwa peluncuran ESQUICK merupakan bagian dari Aksi Perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II oleh BPSDM Provinsi Gorontalo dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Tak hanya menjadi inovasi teknologi, sistem ini juga bertujuan mendorong inklusivitas sosial melalui edukasi penggunaan QRIS kepada nelayan, koperasi, dan pelaku usaha perikanan.
Dalam implementasi awal, sistem ESQUICK digunakan untuk pembayaran pembelian es balok di Pabrik Es UPTD Tenda. Ke depan, penggunaannya akan diperluas untuk mencakup retribusi kawasan lapak pedagang, kebersihan, hingga pas masuk Pelabuhan Perikanan.
Adapun manfaat utama dari sistem ini antara lain:
- Efisiensi dan Akuntabilitas: Mempercepat layanan dan mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual.
- Transparansi dan Keamanan: Mengurangi interaksi tunai dan risiko kebocoran pendapatan daerah.
- Model Replikasi: Menjadi percontohan digitalisasi retribusi sektor perikanan dan logistik di wilayah lain.
Sebagai arahan strategis, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan meminta UPTD Pelabuhan Perikanan Tenda untuk memastikan optimalisasi sistem melalui sosialisasi aktif kepada pengguna. Para pelaku usaha dan nelayan diharapkan dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran modern ini, sementara pemangku kepentingan lainnya didorong menjadikan ESQUICK sebagai model inovasi pelayanan publik berbasis digital.
Peluncuran ESQUICK menandai langkah maju Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara transparan dan efisien.

