Kota Gorontalo – Dalam upaya untuk memperkuat sektor Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melaksanakan Rapat Koordinasi Perencanaan Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2027. Rapat yang digelar pada Selasa, (3/3/2026), bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, menjadi langkah strategis dalam merencanakan masa depan sektor ini.
Rapat yang dibuka oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Gorontalo Muhammad Jamal Nganro, yang hadir mewakili Gubernur Gorontalo. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya visi Pemerintahan Gusnar Ismail – Idah Syahidah untuk periode 2025–2030, yakni “Mewujudkan Gorontalo Maju dan Sejahtera”. Salah satu program prioritas pembangunan daerah adalah Program Agromaritim, yang menjadi fondasi transformasi ekonomi daerah, menggerakkan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Keberhasilan
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai narasumber dari instansi-instansi penting, yang menyampaikan perspektif terkait kebijakan fiskal, data makro, serta aspek teknis pemberdayaan sektor kelautan dan perikanan. Narasumber yang hadir di antaranya adalah:
- Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, yang memaparkan proyeksi ekonomi dan pengendalian inflasi dari komoditas perikanan.
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, yang menyajikan data statistik terkini sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti.
- Bappeda Provinsi Gorontalo, yang menjelaskan arah kebijakan makro pembangunan daerah dalam RKPD 2027.
- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, yang memaparkan strategi keberhasilan Agromaritim melalui tiga pilar utama, termasuk peningkatan penerimaan daerah dan ekonomi biru.
- Direktorat PPN Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI, yang memberikan gambaran kebijakan nasional mengenai perlindungan nelayan dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Strategi Pemberdayaan dan Hilirisasi Produk Kelautan
Staf Khusus Gubernur Gorontalo Bidang Agromaritim, Ishak Ntoma, turut hadir untuk memberikan masukan strategis. Beliau menekankan pentingnya hilirisasi produk kelautan dan perikanan untuk memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat lokal. Selain itu, beliau juga menyoroti perlunya penguatan tata kelola data dan kolaborasi kebijakan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Kabupaten/Kota guna mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui konsep Agromaritim.
Peserta dan Pesan Utama Rapat Koordinasi
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Gorontalo, di antaranya Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo. Selain itu, turut hadir juga Kepala Dinas Perikanan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat KKP, Perwakilan Bea Cukai, dan Koordinator Penyuluh Perikanan.
Asisten II Setda Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa perencanaan sektor kelautan dan perikanan 2027 harus berorientasi pada keberlanjutan. “Kita tidak hanya bicara soal angka produksi, tetapi juga akses pasar, perlindungan asuransi bagi nelayan, serta modernisasi alat tangkap yang terintegrasi dengan baik antara program Kabupaten, Provinsi, dan Pusat,” ungkapnya.
Fokus ke Depan: Sinkronisasi Program dan Keterlibatan Penyuluh Perikanan
Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya sinkronisasi program dan kegiatan antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, menggunakan data capaian kinerja yang terkini. Dengan adanya penyuluh perikanan di lapangan, diharapkan dapat memastikan pelaksanaan intervensi bantuan dan program pemberdayaan tepat sasaran kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan. Dengan kehadiran para kepala dinas, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih anggaran pada pelaksanaan program di tahun 2027 mendatang.
Komitmen Bersama untuk Agromaritim
Di akhir rapat, para peserta menyatakan komitmennya untuk menjadikan sektor agromaritim sebagai lokomotif ekonomi baru yang inklusif bagi seluruh masyarakat Gorontalo. Komitmen ini diharapkan dapat mempercepat proses transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan program prioritas pembangunan provinsi.
Rapat ini mengakhiri kegiatan dengan optimisme tinggi untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju dan berkelanjutan di Gorontalo pada tahun 2027.

