GORONTALO UTARA — Upaya meningkatkan kesadaran nelayan dalam menjaga kebersihan laut diperkuat melalui SIMPATI LAUT (Sistem Partisipasi Nelayan dalam Pengelolaan Sampah Laut), sebuah aksi perubahan yang digagas oleh Yusni Trisa Pakaya Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
Kegiatan edukasi dan sosialisasi dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Gentuma, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (27/10/2026), melalui kolaborasi Kepala Satuan Tugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Gorontalo Utara, bersama Bidang Pengelolaan Ruang Laut (PRL) DKP Provinsi Gorontalo. Edukasi diberikan secara langsung kepada nelayan di atas kapal perikanan KM NELAYAN 2016-29.
Dalam pelaksanaannya, UPTD PP Gentuma berperan sebagai penggagas dan pelaksana aksi perubahan SIMPATI LAUT dengan mendorong penerapan mekanisme Setor, Dokumentasi, Verifikasi, dan Catat (SDVC). Mekanisme ini mencakup penyetoran sampah oleh nelayan, dokumentasi sebagai bukti setoran, verifikasi oleh petugas, serta pencatatan jumlah sampah melalui formulir STBLK Kedatangan Kapal.
Sementara itu, PSDKP Wilayah Gorontalo Utara mendukung penguatan edukasi dan kepatuhan nelayan terhadap penanganan sampah kapal, sedangkan Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PRL&PSDKP) DKP Provinsi Gorontalo berkontribusi dalam edukasi pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut. Nelayan menjadi pelaku utama dengan membiasakan diri mengumpulkan sampah selama melaut dan membawanya kembali ke darat untuk dikelola dengan benar.
Upaya ini sejalan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal PSDKP Nomor B.188/DJPSDKP/PW.210/IV/2026 tentang Pelaksanaan Penanganan dan Pengawasan Sampah Plastik di Kapal Perikanan, yang menekankan penyediaan wadah penampungan, pencatatan dan dokumentasi sampah, pengumpulan sampah untuk dibawa ke darat, serta pengawasan penanganannya.
Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, mengapresiasi sinergi lintas pihak dalam mendukung pelaksanaan SIMPATI LAUT.
“Melalui SIMPATI LAUT, kami ingin membangun kesadaran nelayan bahwa menjaga kebersihan laut harus dimulai dari kebiasaan sederhana, yakni tidak membuang sampah ke laut dan membawa kembali sampah ke darat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menumbuhkan perilaku nelayan yang lebih peduli terhadap kelestarian laut,” ujar Aryanto.
Melalui kolaborasi ini, SIMPATI LAUT diharapkan mampu memperkuat partisipasi nelayan, meningkatkan kepatuhan dalam pengelolaan sampah kapal, serta mendukung Gerakan Nelayan Cinta Laut demi keberlanjutan sumber daya perikanan.
Laut yang bersih adalah tanggung jawab bersama. Nelayan peduli, laut terlindungi!

