Turun Menyelam, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Mengapresiasi Peran Masyarakat Menjaga Konservasi Perairan Olele

Bone Bolango, 16 Februari 2026 — Dalam rangka mendukung konservasi terumbu karang di Perairan Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain, turun langsung ke lokasi untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Kehadiran Kepala DKP ini juga merupakan bentuk perhatian besar dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Gorontalo, terhadap masyarakat yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya konservasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengawasan dan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Dalam kunjungannya, Aryanto bersama tim dari DKP Provinsi Gorontalo, Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Baronang, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Bina Karya, melakukan monitoring kondisi terumbu karang sebagai bentuk komitmen terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

“Saya sangat mengapresiasi kontribusi masyarakat Desa Olele yang telah menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab besar dalam menjaga kawasan konservasi perairan ini. Tanpa dukungan masyarakat, tentu upaya pengelolaan dan pemeliharaan ekosistem pesisir ini tidak akan berjalan dengan optimal,” ujar Aryanto.

Desa Olele selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan wisata bawah laut di Gorontalo. Keindahan terumbu karang dan ekosistem pesisir yang ada menjadi daya tarik utama wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, keberlanjutan pengelolaan kawasan ini sangat bergantung pada kesadaran dan peran aktif masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain memberikan penghargaan kepada masyarakat, kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh DKP Provinsi Gorontalo juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kegiatan ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap implementasi Paris Agreement, di mana Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan melindungi ekosistem alam yang vital.

Lebih lanjut, Aryanto menjelaskan bahwa keberhasilan dalam menjaga ekosistem terumbu karang di Perairan Desa Olele tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan terumbu karang yang sehat, kawasan ini berpotensi untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata bahari berkelanjutan yang dapat mendongkrak perekonomian lokal.

“Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan kolaboratif, kita tidak hanya melindungi terumbu karang sebagai ekosistem vital, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata yang berbasis konservasi,” tambah Aryanto.

Kegiatan monitoring ini juga menjadi bukti nyata bahwa sektor kelautan dan perikanan dapat berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui upaya bersama ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung konservasi dan pengelolaan sumber daya kelautan di kawasan Teluk Gorontalo, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Perairan Desa Olele diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi daerah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top