DKP Provinsi Gorontalo dukung penelitian mahasiswa di kawasan konservasi perairan

Bone Bolango, 24 Juni 2025 – Sebagai upaya meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi perairan secara partisipatif dan kolaboratif, Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo memfasilitasi program magang bagi 10 mahasiswa dari Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan dalam pengelolaan kawasan konservasi sekaligus menjadi media edukasi dan sosialisasi keberadaan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo.

Selama 45 hari, para mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian konservasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil akan menjalani magang secara bergilir di beberapa lokasi, antara lain Bidang PRL dan PSDKP DKP Provinsi Gorontalo, Pondok Informasi Kawasan Konservasi Desa Botubarani (Kabupaten Bone Bolango), dan Desa Biluhu Timur (Kabupaten Gorontalo). Penempatan bergantian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai potensi, dinamika, serta tantangan dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Awalnya, sebagian mahasiswa berencana melakukan penelitian di luar kawasan konservasi. Namun, setelah melihat langsung kekayaan biodiversitas, manfaat ekologi, dan ekonomi yang ditawarkan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo, mereka memutuskan untuk fokus meneliti di wilayah ini.

Kepala Bidang PRL dan PSDKP DKP Provinsi Gorontalo, *Hartaty Isima, menyatakan, *”Kami sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Program magang ini tidak hanya memberikan pengalaman lapangan, tetapi juga membuka peluang bagi inovasi berbasis penelitian untuk pengembangan konservasi yang berkelanjutan.”

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk menggali ide-ide inovatif dalam pengelolaan kawasan konservasi. Beberapa rencana aksi yang akan diimplementasikan meliputi:

  1. Pendataan pengunjung dan survei kepuasan wisatawan di Kawasan Hiu Paus Botubarani secara digital.
  2. Pembuatan konten edukasi interaksi dengan Hiu Paus melalui media sosial.
  3. Sistem pemesanan dan dokumentasi aktivitas drone di zona Hiu Paus yang terintegrasi digital.
  4. Pemantauan pelanggaran aturan interaksi dengan Hiu Paus.
  5. Pendataan keanekaragaman organisme bentik di ekosistem padang lamun Desa Biluhu Timur.
  6. Strategi pencegahan penangkapan ikan ilegal dan destruktif di kawasan konservasi.

Selain itu, beberapa mahasiswa akan melakukan penelitian di Desa Dunu (Kabupaten Gorontalo Utara), yang merupakan lokasi pencadangan kawasan konservasi baru. Desa ini menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur, dan terdapat rumah penangkaran telur penyu yang dikelola masyarakat. Mahasiswa juga berencana mengadopsi tukik (anak penyu) sebagai bentuk kepedulian terhadap spesies yang dilindungi.

Andrad J. Saleleh, salah satu peserta magang, mengungkapkan bahwa program ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami keragaman ekosistem, potensi ekowisata, dan pentingnya literasi biodiversitas perairan.

Kedepannya, hasil magang ini diharapkan dapat memperkaya strategi pengelolaan kawasan konservasi serta memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian laut berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top