DKP PROVINSI GORONTALO LAKUKAN MONITORING BIOFISIK DAN PEMBINAAN KOMPAK DI PERAIRAN BILUHU TIMUR

Kabupaten Gorontalo, — Dalam rangka mewujudkan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif dan berkelanjutan, Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo melaksanakan kegiatan Monitoring Biofisik dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Salvador yang berlokasi di Perairan Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo yang juga menjabat sebagai Plh. Kepala Dinas, bersama Tim Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, serta tim teknis SUOP Kawasan Konservasi.

Monitoring biofisik dilakukan dengan menyusuri kawasan konservasi dari muara sungai Kota Gorontalo, melintasi pesisir Tanjung Kramat, hingga ke wilayah pesisir Kecamatan Batudaa Pantai. Fokus pengamatan meliputi:
Kesesuaian zonasi pemanfaatan ruang laut Keberadaan dan kondisi tanda batas zonasi (zona inti), Fungsi sarana dan prasarana konservasi seperti pondok informasi, papan informasi, dan papan dinding kawasan Kondisi biofisik terumbu karang, padang lamun, ikan karang, serta keberadaan hiu black tip sebagai spesies ikon kawasan Selain itu, dilakukan pula edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mencegah aktivitas ilegal dan destruktif fishing di kawasan konservasi.

Pengumpulan data dilakukan melalui metode underwater recording untuk mencatat kerapatan dan keragaman biodiversitas ekosistem pesisir. Data ini akan menjadi dasar dalam proses Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi (EVIKA) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Data yang dikumpulkan tidak hanya penting untuk kebutuhan evaluasi nasional, tetapi juga sebagai dasar perencanaan berbasis bukti. Kami juga terus mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kelompok KOMPAK agar pengelolaan kawasan tidak hanya top-down, tetapi partisipatif dan berkelanjutan,” ujar Hartaty Isima, Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL & PSDKP) DKP Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Misran Lasantu, menyampaikan bahwa keberadaan dan pemanfaatan sarana-prasarana konservasi yang telah dibangun melalui Dana APBD DAK Tahun 2024 telah menunjukkan hasil yang signifikan.

“Sarana dan prasarana konservasi yang ada telah memberi dampak nyata dalam mendukung pelestarian sumber daya kelautan berbasis konservasi. Ke depan, kami akan memastikan kesinambungan program ini melalui penguatan perencanaan dan penganggaran dalam RENSTRA DKP Provinsi Gorontalo Tahun 2025–2029,” tegas Misran.

Kegiatan Monitoring Biofisik dan Pembinaan KOMPAK akan dilaksanakan secara berkala di berbagai zona Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo, sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan mendukung pengembangan ekonomi biru berbasis masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top