Dorong Konservasi Laut, Gorontalo Usulkan Perairan Potensial untuk OECM

Bone Bolango, – Pemerintah Provinsi Gorontalo semakin serius dalam upaya pelestarian ekosistem laut dengan mengusulkan sejumlah perairan sebagai lokasi potensial untuk Other Effective Area-Based Conservation Measures (OECM) atau Tindakan Konservasi berbasis Kawasan Efektif Lainnya. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan meningkatkan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati di wilayah perairan Gorontalo.

Sejumlah perairan yang diusulkan meliputi gugusan Pulau Torosiaje, perairan Desa Limbatihu, perairan Desa Bangga, perairan Pulau Asiangi, perairan Pulau Mohupomba Daa dan Mohupomba Kiki, perairan Pulau Ponelo, perairan Pulau Hulawa, perairan Pulau Diyonumo, perairan Teluk Sumalata (Desa Hutakalo, Bulontio Timur, Bulontio Barat), perairan Pesisir Tolinggula (Pasir Kuning), serta perairan Biluhu (Desa Lobuto, Desa Langgula, Desa Lamu). Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi konservasi tinggi serta menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PRL dan PSDK), Syafrie AB Kasim, yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar pada Sabtu (15/3/2025) di Luwansa Hotel and Convention Center Manado, Sulawesi Utara. Rakornas ini membahas kebijakan dan strategi perluasan kawasan konservasi melalui marine protected area (MPA) dan OECM dalam konteks 30×45.

“Kami berharap dengan pengusulan ini, Provinsi Gorontalo dapat berkontribusi dalam pencapaian target global Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) serta kebijakan ekonomi biru, khususnya dalam memperluas kawasan konservasi laut hingga 30% pada tahun 2045,” ujar Syafrie.

Dalam forum tersebut, Syafrie juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah (NGO) baik nasional maupun internasional dalam mengelola kawasan konservasi perairan. Konsorsium MPA dan OECM Vision 2045, yang terdiri dari Yayasan WWF Indonesia, Coral Triangle Center (CTC), RARE, Yayasan Pesisir Lestari (YPL), Konservasi Indonesia (KI), dan Rekam Nusantara, menjadi mitra strategis dalam upaya konservasi tersebut.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, pengelolaan kawasan konservasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan ekosistem laut di wilayah Gorontalo.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top